RSS

Cilok Goreng Setiabudi

03 Jun

dicopas tanpa basa-basi dari sini

Bandung, selain surganya cewek-cewek cantik, Bandung juga surganya kuliner-kuliner dewa. Nah salah satunya Cilok Goreng Setiabudi yang ada di kawasan Jalan Setiabudi, Bandung ini..

Cilok itu singkatan dari “aci dicolok”. Bentuk cilok emang gitu, berbahan aci dan acinya dicolok. Nah, yang bikin unik dari si cilok ini adalah ciloknya digoreng. Ini dia penampakannya.

Cara pembuatan cilok ini hampir sama kayak pembuatan cilok lainnya. Pertama membulat-bulatin aci, lalu goreng acinya, kemudian colok acinya dengan sepenuh hati. Katanya, tiap dicolok, si acinya suka teriak-teriak, “Bang, pelan-pelan, Baaaang.”

Ini dia cilok goreng itu.

Penyajian cilok goreng ini memang cukup beda. Kalau biasanya cilok disajikan dengan kecap atau saus sambal, cilok goreng yang satu ini justru disajikan pakai bumbu kacang yang lumayan pedas.

Selain ada bumbu kacang, bisa sahabat liat di atas, di sana juga ada taburan bawang goreng yang juga jadi penambah cita rasa si cilok goreng ini. Hemmmm, kombinasi bumbu kacang dan bawang goreng yang mantap!

Rasa:

Rasa dari cilok goreng ini adalah garing di luar dan kenyal di dalam. Garing di luar karena ciloknya yang di goreng, dan sensasi kenyal berasal dari aci yang digoreng tidak sepenuhnya matang.

Kemudian ada sensasi pedas di tiap bumbu kacang yang disajikan. Pedasnya lumayan pas, gak terlalu pedas sampai mulut kita kebakar dan gak terlalu hambar untuk ukuran rasa pedas.

Bawang goreng yang garing juga menambah cita rasa di mulut kita. Wangi bawang yang khas ditambah gorengan bawang yang kering makin memanjakan mulut kita.

Harga:

Harga cilok goreng ini sangat murah. Untuk satu tusuk yang berisi tiga butir cilok, dihargai Rp1.000,-. Tuh di Bandung mah uang Rp1.000,- masih bisa dipake jajan euy!

Kebersihan:

Kebersihan cukup terjamin, si abang pembuatnya juga pakai sarung tangan. Namun, karena lokasinya di pinggir jalan, harus hati-hati juga, takutnya makanannya terkena butiran debu. *kemudian nyanyi Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagiiii~*

Yang biasa makan di sini:

Biasanya dedek-dedek gemes baru pada pulang sekolah, tapi ada juga kakak-kakak cakep yang baru pulang kerja. Intinya, semua umur sering makan di sini.

Waktu jualan:

Dari jam 16.00 till drop (sampai abis maksudnya).

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 3, 2015 in Bandung, Lokasi Kuliner

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: