RSS

Ini Bahayanya Makan Kue Cubit Setengah Matang

14 Jul

Dicopas tanpa basa-basi dari sini

Kamu suka makan kue cubit setengah matang? Kalau iya coba hentikan kebiasaan seperti itu ya. walaupun mungkin enak bagi beberapa orang namun dibalik lezatnya itu ada bahaya yang mengintai kesehatan anda. Berikut ini adalah liputan dari CNN Indonesia seputar bahayanya kue cubit setengah matang.

Demam kue cubit setengah matang masih berlangsung sampai sekarang. Kenikmatan lelehannya yang empuk, hangat dan manis. Modifikasi lain yang dilakukan adalah dengan memberi beragam rasa dan topping, bukan hanya cokelat tabur saja. Mulai dari kue cubit greentea sampai kue cubit red velvet dengan berbagai macam topping banyak diburu para pecinta kuliner. Tak jarang antrian sampai mengular hanya untuk dapat menikmati lezatnya kue cubit yang sudah dimodifikasi ini. Kebanyakan orang juga menyukai kue cubit yang dimasak setengah matang. Lelehan adonannya yang lembut dan manis membuat lidah ketagihan untuk terus mencecapnya.

Penganan tradisional ini sebenarnya sudah lama digandrungi banyak orang. Namun, beragam inovasi ini akhirnya membuat kue cubit mendulang lebih banyak apresiasi.

Banyak orang yang memburu kue cubit setengah matang karena menilai rasanya lebih lezat dan sensasi yang unik. Meski tengah popular dan banyak dicari, namun dari segi memasak, ternyata kue cubit setengah matang bisa berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi dengan kondisi yang tidak tepat.

“Sebenarnya tidak apa-apa kalau setelah diangkat langsung di makan. Tapi, bahayanya kalau sudah didiamkan. Apalagi lebih dari empat jam,” kata Chef Setiyanto saat dihubungi CNN Indonesia.

Menurutnya, berdasarkan standar internasional, makanan dari suhu panas jika didiamkan dalam waktu lebih dari 4 jam sudah tidak baik untuk kesehatan, apalagi yang mengandung telur. Kondisi ini ‘diperparah’ dengan adanya kandungan telur yang dimasak setengah matang.

Seperti diketahui, telur ayam mengandung bakteri salmonella. Jika tak dimasak dan dikonsumsi dengan cara yang tepat maka bisa menyebabkan penyakit. “Itu bisa bikin diare atau muntah-muntah,” ujar Setiyanto.

Selain itu, kandungan karbohidrat dalam tepung pada kue cubit akan cepat basi karena memiliki sifat yang cepat rusak. Hal ini disebabkan karena proses memasaknya yang setengah matang.

Namun, Setiyanto menjelaskan, efek seperti itu bisa terjadi jika ketahanan tubuh seseorang rendah. “Kalau efeknya untuk setiap orang beda. Tergantung ketahanan tubuh masing-masing.”

Ia mengatakan ada beberapa orang yang harus mewaspadai dan diharapkan menghindari mengonsumsi kue cubit setengah matang. “Yang rentan itu anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Apalagi saat musim pancaroba seperti sekarang, itu juga rentan,” ucap Setiyanto.

Sebarkan Info ini jika dirasa bermanfaat ya..

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 14, 2015 in Lainnya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: