RSS

Gemercik Air di Kampung Daun Bandung

09 Nov

Dicopas tanpa basa-basi dari sini

Bandung sekarang bukan lautan api, tetapi lautan Resto dan Cafe! Benar kan? Siapa yang akan menyangkal bahwa ke Bandung tujuan utamanya pasti makan – makan alias wiskul. Mau cari makanan dan jajanan model apa? Dari yang blusukan masuk kampung hingga yang mentereng di hotel berbintang. Sesuaikan saja isi kantong dengan selera lidah. Mau yang murah enak juga ada, yang mahal enak juga ada. Jangan sampai berwisata kuliner, sudah bayar mahal, nggak enak pula! Waduhhh,…

13889124741791981374
Kampung Daun Menyambut

Kali ini saya pergi ke Kampung Daun Gallery, Culture and Cafe, berlokasi di bagian utara Bandung, diantara desa Cihideung dan Cigugur. Terletak di perumahan Villa Trinity dan mulai dibangun pada tahun 1999. Sebenarnya saya sudah tiga kali ke tempat ini dan awal tahun 2014 ini adalah kali ketiga saya berkunjung kemari. Bosan? Kalo mau dibilang bosan, barangkali bosan dengan perjalanan dari Jakarta ke Bandung dan macetnya ketika naik ke arah Kampung Daun yang harus beramai-ramai dengan arus menuju Lembang. Belum lagi ketika memasuki jalan Sersan Bajuri yang jalanannya gelap, berliku dan licin ketika hujan. Tetapi ketika sampai dilokasi, rasanya malah enggan pulang.

13889125881596356909
Pertokoan di Kampung Daun

Apa sih istimewanya Kampung Daun? Hingga begitu sering didengungkan oleh semua pengunjung yang pernah datang kesitu?? Ehm,…susah diungkapkan dengan kata-kata. Yang pasti harga makanannya tentu tidak murah. Lumayanlah harus membuat budget untuk makan disini, apalagi jika keluarga besar yang dibawa kemari. Keunikan Cafe ini adalah menggunakan saung yang sangat banyak dan terletak di perbukitan didalam belantara pepohonan dan bahkan sungai yang mengalir. Jadi ketika makan Anda akan berasa berada di Nirwana. Mungkin maksudnya begitu? Saya sendiri sih belum pernah ke Nirwana!

13889126411176135986
Etalase Hidangan

Yup, ini Cafe atau Resto yang SUPER menjual suasana! Suasan nyaman, asri, adem, sejuk, indah, damai dan lain sebagainya. Sambil duduk lesehan dan tiduran di saung, Anda dapat menikmati aneka hidangan yang disajikan dalam daftar menu. Ketika datang Anda diharuskan mendaftar dulu ke receptionist. Jadi tidak bisa langsung selonongan masuk dan cari tempat sendiri. Anda akan ditanya, berapa anggota rombongan dan pesanan atas nama siapa? Nanti akan diberikan nomor urut. Receptionist dan pelayan resto akan memilih saung berdasarkan jumlah anggota rombongan. Jadi misalkan datang berlima-belas maka akan dipilihkan saung yang besar. Jika datang berdua atau bertiga saja, maka akan dipilihkan saung yang kecil.

13889126862052061864
Suasana Saung Bersantai

Anda diharuskan duduk di saung tempat antrean yang berada dimuka hingga receptionist memanggil Anda dan menyebutkan nomor saung yang diberikan kepada Anda. Barulah Anda diijinkan masuk ke dalam. Yang ingin makan disini? Ngantre setiap harinya! Dan kebanyakan mobil plat B. Suatu ketika kawan saya membawa Bundanya yang sudah sepuh. Mereka kemudian mengantre dan menunggu cukup lama hingga akhirnya mendapat nomor saung sesuai dengan jumlah rombongan. Sang Bunda rupanya keheranan dengan cara mau makan di restoran kok harus antri segala dan lama pula! Bertanyalah sang Bunda, “Nak, makan di restoran ini apakah gratis? Kok pake ngantre lama seperti ini??…” Meledaklah tawa semua orang.

13889127441081238973
Receptionist Kampung Daun

Entah orang Jakarta butuh hiburan, entah sangat merindukan alam. Tapi Kampung Daun memang sangat pas dengan namanya. Suasananya indah dengan lampu – lampu lentera dimalam hari. Ada banyak pepohonan, dinding cadas yang mengepung perkampungan resto, dan indahnya gemercik air. Disana – sini dipasang obor dan juga api unggun untuk menghangatkan badan. Suasana yang dibangun sangat asri, alami dan membuat betah siapapun yang berkunjung kesitu. Khusus untuk balita dan orang tua, harus dibantu dan diawasi karena lokasi jalan setapak menuju saung-saung memang bergaya adventure di alam. Kita bahkan akan melewati jembatan diatas sungai deras yang menyembul diantara cadas-cadas bebatuan.

13889127901123017489
Jalan Setapak & Lentera

Untuk jenis Resto yang “menjual suasana” Kampung Daun saya maafkan. Karena selain suasananya asri dan menyenangkan. Kualitas makanannya sangat enak dan terjaga. Jadi perut kenyang dan mata sejuk memandang ke segara penjuru. Makan yang disediakan selain makanan utama seperti nasi goreng, nasi timbel, masakan ala western banyak juga jajanan yang ditawarkan seperi colenak, pisgor gula, bakwan jagung, cireng tahu, batagor. Minuman yang disajikan juga tak kalah seru, yang sudah sedikit sulit dicari dikota besar, bajigur, wedang ronde, teh serai, wedang jahe, aneka kopi, dst.

1388912856566704241
Deretan Saung Pedagang Jajanan

Ketika di Kampung Daun, hujan gerimis membuat saya ingin pesan bakwan Malang yang berkuah. Dengan pikiran melayang, saya memesan Batagor. Maka kagetlah ketika muncul si bakso tanpa kuah, justru kering dan disiram saus kacang! Ya ampun ini kan Jawa Barat, mengapa saya berpikir tentang hidangan Jawa Timur sih?! Bersama pacar? Bersama rombongan teman kuliah? Bersama rombongan teman kerja? Seru banget ke Kampung Daun! Bersama anak-anak balita? Bersama kakek – nenek? Waduh ya, ..harus ekstra hati – hati menggandeng para ortu yang sepuh dan mengawasi anak lari-larian! He-he,…

13889129241763519198
Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 9, 2015 in Bandung, Lokasi Kuliner

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: